Gempa Bumi Buatan Dengan Teknologi Akustik Seismik

01/08/2009

TEKNOLOGI AKUSTIK SEISMIK

Dr. Friedrich von Wachter. Seorang profesor teknik listrik terkemuka dari Universitas Heidelberg. Terkenal dengan risetnya di bidang pencitraan akustik dan seismik. Salah satu naskahnya membahas aplikasi teoritis penggabungan unit akustik parametrik untuk pencitraan bawah permukaan, khususnya untuk diterapkan dalam eksplorasi geologi dan pencarian minyak bumi.

Tampaknya Dr. von Wachter telah mengembangkan model aktif sebuah alat pencitraan seismik dengan metoda akustik. Dalam bisnis eksplorasi geologi dan minyak bumi, citra seismik umumnya tergantung pada peledak mekanis, semacam dinamit atau truck thumper untuk mengirimkan gelombang kejut ke dalam bumi. Hasil pembiasan gelombang seismik lalu dicatat dan diproses dalam komputer untuk menghasilkan citra bawah permukaan. Baca entri selengkapnya »


TEKNOLOGI NABI MUSA

20/06/2009

ROTI DARI SURGA

Pada 1450 SM, tercatat bahwa Firaun Tuthmosis III telah mengumpulkan tigapuluh sembilan orang pengrajin yang terbaik (seringkali disebut ahli sihir atau ahli kimia?) dan menyatukan mereka dalam sebuah kelompok yang disebut Persaudaraan Putih. Dinamakan demikian karena mereka menyelidiki ‘bubuk putih’ misterius.

Bubuk itu disebut-sebut berasal dari emas, diolah dalam bentuk piramida mini dan disebut dengan nama ‘roti putih’. Piramid-piramid mini itu dipajang di kuil Karnak, disajikan hanya untuk sajian makan sang Firaun. Roti putih diyakini dapat menambah kekuatan pikiran.

Bubuk putih itu dikenal dengan banyak nama. Roti putih. Santapan putih atau mfkzt. Sebutan yang tertua dapat ditemukan dalam Kitab Kematian milik bangsa Mesir. Substansi misterius ini disebut ratusan kali, bersama dengan khasiat ajaibnya. Dalam kitab itu hanya disebut dengan apa itu?
Baca entri selengkapnya »


BIOGRAFI TOKOH : Sang Jenius dari Italia (2)

11/06/2009

Leonardo Da Vinci (1452 – 1519)

Perjalanan Sebuah Karya Arsitektur

Wajah LeonardoTahun 1502, saat Leonardo berusia 50 tahun, ia mendapat sebuah proyek ambisius untuk membuat jembatan di Golden Horn, Istambul. Permintaan ini datang dari Sultan Bayazid II sendiri, Khalifah saat itu. Dengan serius Da Vinci membuat beberapa rancangan dan menyerahkannya kepada Sultan. Namun apa hendak dikata, cetak biru Da Vinci ditolak oleh Sultan Bayazid. Bujukan Da Vinci agar Sultan mau menerima rancangan tersebut tidak membuahkan hasil. Sebuah pukulan bagi ego sang maestro.

Tahun 1995, seorang seniman Norwegia bernama Vebjorn Sand terkesan oleh cetak biru rancangan jembatan yang terbengkalai tersebut. Menurutnya struktur jembatan tersebut begitu baik dengan rancangan arsitektur yang indah, memperlihatkan busur elips anggun yang melengkung bagai busur panah. Vebjorn Sand berusaha untuk mewujudkan rancangan jembatan tersebut, dan berhasil meyakinkan banyak pihak di negaranya bahwa yang dikerjakannya adalah masuk akal. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.